Perhutani KPH Sumedang dan CDK Wilayah IX Perkuat Sinergi Kesiapsiagaan Karhutla

Lingkungan Tanggal: 2026 - 07 - 31 99 views Penulis: Nabiel
Perhutani KPH Sumedang dan CDK Wilayah IX Perkuat Sinergi Kesiapsiagaan Karhutla
SUMEDANG, PERHUTANI (31/07/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Sumedang bersama Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah IX Provinsi Jawa Barat melaksanakan sinkronisasi program kerja kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau tahun 2026, penguatan kolaborasi penanganan kebencanaan, serta penguatan peran Masyarakat Peduli Api (MPA) di wilayah Kabupaten Sumedang, pada Rabu (29/07). Kegiatan yang bertempat di Ruang Rapat Kantor CDK Wilayah IX tersebut diikuti sekitar 20 peserta dari berbagai unsur terkait.

Peserta kegiatan terdiri atas unsur Bidang Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya (PKSDAE), Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Jawa Bali dan Nusa Tenggara (Balai Dalkarhut Jabal Nusra), Balai Perhutanan Sosial Bogor, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang.

Sinkronisasi program kerja dan penguatan kolaborasi penanganan kebencanaan tersebut merupakan tindak lanjut Apel Siaga Karhutla Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 yang telah dilaksanakan sebelumnya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dan efektivitas pencegahan serta penanggulangan karhutla di wilayah Jawa Barat, sekaligus meningkatkan peran kelompok masyarakat yang tergabung dalam MPA.

Administratur Perum Perhutani KPH Sumedang, Didin Rohidin, beserta jajaran turut hadir dalam kegiatan tersebut. Didin menyampaikan bahwa kesiapsiagaan dan kolaborasi seluruh unsur menjadi hal penting dalam upaya mencegah dan menanggulangi karhutla.

“Kegiatan ini sangat penting dan bermanfaat bagi kami selaku pengelola kawasan hutan dalam upaya mencegah dan menanggulangi terjadinya karhutla,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa hasil sinkronisasi program kerja dan penguatan kolaborasi penanganan kebencanaan perlu dijadikan sebagai acuan bersama dalam melaksanakan langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan karhutla.

“Hasil kegiatan ini menjadi acuan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam melaksanakan langkah dan upaya untuk mencegah serta menanggulangi karhutla. Kami akan senantiasa aktif dalam implementasinya,” pungkas Didin.

Hal senada disampaikan Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IX, Agus Sukondi. Ia menyampaikan bahwa kawasan hutan di wilayah CDK Wilayah IX memiliki fungsi ekologis yang sangat penting bagi keseimbangan lingkungan di sekitarnya. Oleh karena itu, upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan harus menjadi prioritas bersama.

“Dalam menghadapi musim kemarau tahun 2026, diperlukan peningkatan sinergi lintas sektor melalui langkah-langkah yang lebih operasional dan responsif dari seluruh instansi. Kawasan hutan, termasuk yang berada di wilayah CDK IX, memiliki fungsi ekologis yang sangat penting bagi keseimbangan lingkungan di sekitarnya sehingga harus kita jaga dari berbagai potensi yang dapat menurunkan fungsinya. Upaya pencegahan terhadap terjadinya karhutla lebih efektif dilakukan daripada penanggulangan setelah karhutla terjadi. Untuk itu, sinergi lintas sektor melalui langkah-langkah yang lebih operasional dan responsif dari seluruh instansi sangat penting untuk ditingkatkan,” pungkas Agus. (Kom-Pht/SMD/RS)